KEMERDEKAAN BUKANLAH
PERAYAAN
Oleh : Habiebullah
Ada Beberapa Tindakan
Yang Lebih Jahat Daripada Membakar Buku Adalah Tidak Membacanya !!!
Indonesia adalah
negara yang berpenghuni sekian juta orang dan kaya akan ras, suku,
bahasa serta budaya. Tidak hanya itu Indonesia juga merupakan salah
satu super power rempah-rempah yang telah diakui seluruh negara di
dunia. Berbicara mengenai kemerdekaan, Indonesia merupakan salah satu
negara yang telah diakui kemerdekaannya. Kemerdekaan dalam arti
sempit adalah terbebas dari jajahan dan kekerasan. Dengan demikian
secara otomatis dikatakan sebagai negara yang merdeka apabila negara
tersebut terbebas dari kekerasan secara fisik maupun non fisik baik
dari pihak dalam ( internal ) ataupun pihak luar ( eksternal ). Dari
sinilah maksud dari kemerdekaan sesungguhnya atau dengan kata lain
negara yang merdeka adalah negara yang makmur dan sejahtera.
Terkait dengan
Dirgahayu atau Memperingati Hari Ulang Tahun ( HUT ) Kemerdekaan
Republik Indonesia, perlu dipahami secara tepat dan benar. Peringatan
HUT RI seringkali dipahami dan di interprestasikan ( dipandang )
sebagai ajang perayaan ataupun hura-hura. Lebih jauh lagi, Dirgahayu
RI yang kemudian diisi oleh beberapa momen atau kegiatan yang positif
sebagaimana lomba-lomba menarik bahkan diadakan pula acara makan
bersama, sehingga kadangkala pemahaman tentang kemerdekaan bergeser
dan bisa jadi menimbulkan miss understanding
( kesalahpahaman ) menjadi sebuah perayaan atau pestapora yang
bersifat konseptual.
Sungguhpun
demikian, peringatan HUT Kemerdekaan RI lebih tepat jika dipahami
sebagai ajang perenungan, penghormatan dan suri tauladan para
pahlawan, tanpa meniadakan kegiatan-kegiatan positif. Pada dasarnya
diadakannya beberapa acara yang kemudian terformulasikan ( tersusun )
dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI merupakan sarana
perenungan bagaimana
pengorbanan, api semangat dan rasa tanggung jawab para pahlawan
ketika itu dan dengan harapan dapat diadaptasikan pada era kekinian
sampai sepanjang masa.
Yuuk
. . . Kita baca berikut ini . . . lebih seru lagi !!!
Penulis
awali dengan beberapa rumusan masalah:
1.
Apa sih perbedaan Hari
Kemerdekaan dan Memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ?
2.
Siapa sih pahlawan itu
?
3.
Bagaimana sih versi
Islam dalam Memaknai Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ?
Marilah
Kita Lihat Jawaban Dibawah ini !!!
Jika
ditanyakan perbedaan antara Hari Kemerdekaan dan Memperingati HUT
Kemerdekaan Republik Indonesia tentulah berbeda. Sejarah sepakat
bahwa kemerdekaan Indonesia telah diakui pada 17 Agustus 1945. Secara
umum arti dari hari Kemerdekaan adalah hari dimana negara indonesia
telah terlepas bebas dari jajahan oleh pihak luar ( negar-negara lain
) dan diteruskan pengakuan dari beberapa negara terhadap negara yang
telah merdeka. Tentu saja untuk meraih kemerdekaan tidaklah mudah,
bahkan nyawa sebagai taruhannya. Atas rasa tanggung jawab dan
pengorbananserta dengan tebeng percaya diri lah kemerdekaan itu dapat
diraih. Dengan demikian, sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa
negara yang merdeka adalah negara yang mampu membawa rakyatnya
menjadi makmur dan sejahtera.
Sedangkan
arti memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia adalah momen
atau waktu penting dimana kita mengenang jasa pahlawan ketika merebut
kemerdekaan saat itu. Sesungguhnya berbeda sekali suasana disaat
kemerdekaan dengan memperingati kemerdekaan. Perbedan tersebut
terletak dari sikap mental dan tanggung jawabnya. Seandainya jika
kita hidup dimasa sebelum merdeka, tentu hanaya bekal berani dan rasa
percaya dirilah yang menjadi tebengnya. Sedangkan hidup setelah
merdeka, tentu hanya bekal ingat sehingga kita dapat mengenang dan
mengingat jasanya. Jadi maksud dari Mem-Peringati disini adalah
memposisikan diri bagaimana jika kita hidup dimasa sebelum merdeka
dan berharap akan merdeka.
Ada
kemerdekaan pasti ada perjuangan atau pahlawan. Sesuai pertanyaan,
siapa sih pahlawan itu
? Pahlawan mempunyai multiarti ( banyak arti ) sesuai dengan situasi
tertentu. Secara umum pahlawan adalah seseorang yang sangat
''berjasa'' maka setiap orang
mempunyai peluang untuk menjadi pahlawan. Penulis ambil contoh,
seorang ibu hamil adalah pahlawan bagi anaknya karena mempertaruhkan
hidupnya untuk anaknya. Seorang guru adalah pahlawan yang berjuang
memerangi kebodohan anak didiknya. Jadi apabila pahlawan yang
sebenarnya, maka ber-jasalah kepada seseorang.
Islam
adalah agama yang penuh rahmat dan kasih sayang. Dalam hal memaknai
peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, Islam mempunyai peran
penting didalamnya. Sejarah mencatat banyak pejuang di era
kemerdekaan adalah tokoh-tokoh islam. Islam mengajarkan untuk
memaknai HUT Kemerdekaan ini, selain mengenang dan mendoakan para
syuhada' atau pejuang yang gugur dimedan pertempuran, tentunya ada
tindakan aktif yang positif bagi penerusnya. Dalam Islam ada aturan
yang baku yaitu “sebaik-baiknya
manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain”.
Yuuk
. . . sudah saatnya kita pahami dan teladani maksud dari HUT
Kemerdekaan Republik Indonesia. Semoga Bermanfaat !!! AMIN . . .
SCRIPTA
MANENT VERBA VOLANT,
YANG
TERTULIS AKAN MENGABDI, YANG TERUCAP AKAN BERLALU BERSAMA AINGIN.
SEPUDAR-PUDARNYA TULISAN LEBIH BAIK DARIPADA PEMIKIR YANG BAIK NAMUN
TIDAK TERLESTARIKAN